Tradisi Marabek Kubua, Bentuk Solidaritas dan Kepedulian Sosial Masyarakat Nagari Saok Laweh
Saok Laweh – Tradisi marabek kubua kembali dilaksanakan masyarakat Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, sehari setelah prosesi pemakaman salah seorang warga. Dalam tradisi ini, keluarga almarhum bersama masyarakat sekitar turun langsung ke pemakaman untuk membersihkan, merapikan, dan memperbaiki gundukan tanah makam.
Pantauan di lapangan memperlihatkan suasana kebersamaan yang kental. Sejak pagi, kaum laki-laki berkumpul di area kuburan dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, parang, dan bambu. Sebagian warga terlihat merapikan tanah yang masih gembur, memperkuat nisan, dan membuat pagar sederhana dari bambu. Sementara yang lain duduk mendampingi, memberikan arahan, serta menjaga kekompakan kerja bersama.
Kegiatan marabek kubua bukan hanya sekadar rutinitas adat, melainkan wujud kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat nagari.
“Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat kita selalu bergandengan tangan dalam setiap keadaan, baik suka maupun duka. Marabek kubua bukan hanya merapikan makam, tetapi juga simbol bahwa keluarga yang ditinggalkan tidak pernah sendiri,
Tradisi ini sudah berlangsung sejak nenek moyang dan terus dijaga hingga sekarang. Di samping untuk merapikan kuburan, tradisi ini juga menjadi bentuk doa bersama berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain kegiatan fisik, marabek kubua juga diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Usai gotong royong, keluarga almarhum biasanya menyediakan jamuan sederhana berupa makanan dan minuman sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada warga yang hadir.
Bagi masyarakat Saok Laweh, marabek kubua bukan hanya sebuah pekerjaan, melainkan tradisi yang sarat nilai kebersamaan, religiusitas, dan kepedulian sosial. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya Minangkabau yang memperkuat identitas nagari serta menjaga hubungan harmonis antarwarga. n/dr